RSS

Aksi Nyata Modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran


 Portofolio dengan model 4F (Fact, Feelings, Findings, Future) ,Aksi Nyata Modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh Atik Suparyati

Peristiwa (Fact)

Latar Belakang

Adanya Pandemi berdampak kepada berbagai sektor di Dunia,terutama pada sektor pendidikan,hampir 2 tahun pembelajaran dilakukan dengan daring sehingga perubahan ini juga berdampak pada peserta didik kita,Pelaksanaan pembelajaran yang pelan-pelan dari terbatas menjadi 100% yang  dilaksanakan di SMK Negeri 1 Gesi masih menemui beberapa kendala, diantaranya kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran daring yang  terlalu lama kemaren,hingga muncul istilah generasi rebahan, sehingga siswa memiliki kelonggaran dalam pembelajaran. Guru dalam memberikan pembelajaran mengalami kesulitan karena rendahnya semangat dan pengetahuan siswa mengenai materi pembelajaran. Keadaan tersebut berpengaruh pula pada tingkat kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga menjadi salah satu alasan untuk tidak masuk sekolah. Selain itu, tingkat pendidikan karakter siswa yang mulai bergeser semenjak adanya pembelajaran daring, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku selama berada di sekolah ketika berinteraksi dengan siswa lain atau guru.Sebagai wali kelas

CGP Berkolaborasi dengan guru,wali kelas,dan guru BK dalam menggali informasi siswa

Alasan Melaksanakan Aksi

Berdasarkan latar belakang peristiwa di atas, jika di identifikasi maka merupakan dilema etika, sekolah harus memiliki pilihan dalam menangani siswa yang mengalami keadaan tersebut akibat terlalu lamanya pembelajaran daring, agar tidak terjadi learning loss. Alasan melaksanakan aksi nyata ini karena adanya learning loss yang terjadi pada siswa salah satunya dalam bentuk penurunan capaian belajar siswa. Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring berdampak pada menurunnya tingkat percaya diri dan karakter siswa sehingga dengan keadaan tersebut CGP melaksanakan aksi nyata dalam mendampingi siswa agar terentaskan dari masalahnya. Sehingga diperlukan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam penanganan siswa yang mengalami keadaan tersebut.









Hasil Aksi Nyata

Hasil aksi nyata yang telah diterapkan oleh CGP yaitu adanya kesadaran diri yang dimiliki oleh siswa terhadap masalah yang dialaminya, sehingga CGP membuat sebuah keputusan bahwa siswa yang mengalami hal tersebut masih dapat mengikuti pembelajaran di sekolah dengan pantauan dan dukungan dari guru serta siswa agar siswa yang mengalami masalah tersebut memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Guru dalam memberikan pembelajaran harus memiliki inovasi agar siswa merasa tertarik mengikuti pembelajaran yang diberikan. Dukungan dari kepala sekolah dalam menangani siswa yang memiliki masalah rendahnya motivasi belajar merupakan hal yang sangat positif sehingga pengambilan keputusan yang diberikan tepat dalam menangani dan meningkatkan motivasi belajar siswa.



Perasaan (Feelings)

Setelah melaksanakan aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya awalnya merasa kesulitan, karena siswa yang saya berikan layanan pendampingan sangat sulit ditemui, sehingga diperlukan home visit untuk bertemu dengan orang tua siswa. Dengan adanya kolaborasi antara guru BK, Wali kelas dan orang tua siswa maka permasalahan yang dialami oleh siswa dapat ditemukan jalan keluarnya. Sehingga saya merasa bahagia, karena dapat membantu menyadarkan siswa akan pentingnya belajar agar tidak terjadi learning loss, hal ini merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan yang positif sebagai pemimpin pembelajaran agar siswa terus belajar menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMK


Pembelajaran (Findings)

Permasalahan pada setiap individu itu berbeda-beda, sehingga perlu adanya pemahaman dalam masalah yang dialami sehingga pengambilan keputusan yang akan kita lakukan berdampak positif. Pembelajaran yang dapat dilaksanakan setiap menghadapi sebuah dilema etika atau bujukan moral. Perlu adanya kolaborasi dan kerjasama pada semua pihak dalam menghadapi dilema, sehingga kita sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempertimbangkan hal-hal positif dan negatif yang berdampak pada perkembangan sekolah maupun siswa khususnya dalam pembelajaran.


Perubahan (Future)

 Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan perubahan nyata yang ada dalam diri saya sebagai calon guru penggerak (CGP), maka saya akan selalu menerapkan kolaborasi dan kerjasama pada warga sekolah untuk menentuan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak positif. Selain itu, adanya motivasi dan optimis yang meningkat terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Perubahan lainnya yaitu, semakin meningkatnya dukungan dan kepercayaan dari sekolah dalam menghadapi penanganan permasalahan atau dilema etika yang telah CGP tangani, sehingga meningkatkan motivasi dan semangat menjadi agen perubahan sebagai pemimpin pembelajaran.

Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam mengahadapi dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Koneksi Antar Materi Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

                                                   Modul 3.1.a.9 Koneksi Antar Materi

                               Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran


1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?



KHD berpandangan, seorang pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak, serta memiliki kemampuan dalam menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Guru hanya mengarahkan bagaimana murid berkembang sesuai karakter, keunikan serta memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya.

Berdasarkan pandangan KHD terkait Pratap Triloka yang dikenal dengan semboyannya ing ngarso sung tuladha yang diartikan  sebagai seorang pemimpin dalam hal ini guru hendaknya mampu memberikan contoh/tauladan yang baik kepada muridnya, ing madya mangun karsa yang diartikan bahwa seorang pemimpin  mampu membangun karsa/kemauan atau pemberi semangat/motivasi,  dan Tut wuri Handayani yang artinya seorang pemimpin mampu memberikan dukungan, arahan, dan semangat kepada muridnya. Berdasarkan hal tersebut di atas guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat dan bijaksana serta berpihak kepada murid yang merupakan subyek dalam system pendidikan.

2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?


Nilai-nilai positif yang tertanam kuat dalam diri kita penting untuk dipupuk karena keputusan-keputusan yang diambil oleh seseorang  akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh orang tersebut. Dengan nilai-nilai yang dimilikinya seorang guru hendaknya menjadi rujukan atau teladan baik bagi murid maupun seluruh warga sekolah.

Dalam kesehariannya menjalankan tugas, tidak jarang seorang guru berada dalam posisi yang menuntutnya untuk mengambil keputusan dari dua pilihan yang secara logika dan rasa keduanya benar, berada pada situasi dilema etika (benar vs benar) atau berada dalam dua pilihan antara benar melawan salah (bujukan moral) yang menuntut kita berpikir secara seksama untuk mengambil keputusan yang tepat. Maka di sinilah nilai-nilai yang akan membimbing dan mendorong kita untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana. Dalam pengambilan keputusan yang terbaik bagi kepentingan murid, seorang guru akan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama.

3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.


Coaching adalah ketrampilan yang sangat penting dalam menggali suatu masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apaila dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil


4. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Sebagai seorang pendidik, kita harus mampu menjembatani perbedaan minat dan gaya belajar murid di kelas sehingga dalam proses pembelajaran murid mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai profil belajar mereka masing-masing. Untuk itu diperlukan pengambilan keputusan yang tepat agar seluruh kepentingan murid dapat terakomodir dengan baik. Kompetensi sosial dan emosional diperlukan agar guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak sehingga dapat mewujudkan merdeka belajar di kelas maupun di sekolah.   

5. Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Keberpihakan dan mengutamakan kepentingan murid dapat tercipta dari tangan pendidik yang mampu membuat solusi tepat dari setiap permasalahan yang terjadi. Pendidik yang mampu melihat permasalahan dari berbagai kaca mata dan pendidik yang dengan tepat mampu membedakan apakah permasalahan yang dihadapi termasuk dilema etika ataukah bujukan moral.

Seorang pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya. Nilai-nilai yang dianutnya akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan dan begitupun sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan kaidah moral, agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung hanya benar secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.Kita tahu bahwa Nilai-nilai yang dianut oleh Guru Penggerak adalah reflektif, mandiri, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada anak didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.

6. Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat tekait kasus-kasus pada masalah moral atau etika hanya dapat dicapai jika dilakukan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dapat dipastikan bahwa jika pengambilan keputusan dilakukan secara akurat melalui proses analisis kasus yang cermat dan sesuai dengan 9 langkah tersebut, maka keputusan tersebut diyakini akan mampu mengakomodasi semua kepentingan dari pihak-pihak yang terlibat , maka hal tersebut akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman

7. Apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Sebagai seorang guru tentunya mengalami dan diperhadapkan dengan berbagai permasalahan dari waktu ke waktu yang menuntut dilakukannya pengambilan sebuah keputusan. Permasalahan dan situasi yang dihadapi perlu untuk dicermati dan dianalisis dengan seksama agar kita tidak terjebak pada

pengambilan suatu keputusan yang salah karena kurang mampu dalam menelaah situasi yang dihadapi secara jelas apakah termasuk dilema etika ataukah bujukan moral.

Ketika dihadapkan dengan situasi dilema etika tentu adakalanya kita mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan pengambilan keputusan tersebut. Kesulitan muncul bisa disebabkan karena berbagai faktor misalnya, karena masalah perubahan paradigma dan budaya sekolah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun, masih minimnya pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki dalam menyelesaikan situasi permasalahan yang dihadapi, kekhawatiran apakah keputusan yang diambil merupakan keputusan yang tepat dan dapat mengakomodir kepentingan orang banyak serta tidak mencederai pihak lainnya, dan adanya perbedaan mindset dan sudut pandang yang menyebabkan sulitnya menemukan solusi atau kesepakatan yang dapat diterima oleh setiap pihak yang terlibat.

8. Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Pengambilan keputusan yang dilakukan tentu akan mempengaruhi pola pengajaran yang kita lakukan terhadap murid. Pada konteks merdeka belajar, proses pembelajaran yang dilakukan adalah yang berpihak pada murid. Karena itu keputusan yang diambil sebagai bentuk proses dalam menuntun murid untuk merdeka, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alam, zaman dan potensi yang dimilikinya. Hendaknya guru memberikan ruang bagi murid dalam proses pengajaran untuk merdeka mengemukakan pendapat dan mengekspresikan bakat dan potensi yang dimiliknya. Dengan demikian murid-murid dapat belajar mengambil keputusan yang sesuai dengan pilihannya sendiri tanpa paksaan dan campur tangan orang lain, karena pada dasarnya tujuan pembelajaran adalah dapat memberikan keselamatan dan kebahagian pada murid.

9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Ketika guru sebagai pemimpin pembelajaran melakukan pengambilan keputusan yang memerdekakan dan berpihak pada murid, maka dapat dipastikan murid-muridnya akan belajar menjadi oang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya.

Keputusan yang diambil oleh seorang guru akan menjadi ibarat pisau yang disatu sisi apabila digunakan dengan baik akan membawa kesuksesan dalam kehidupan murid di masa yang akan dating. Demikian sebaliknya apabila kebutuhan tersebut tidak diambil dengan bijaksana maka bisa jadi berdampak sangat buruk bagi masa depan murid-murid. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan yang sangat akurat dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran terkait dengan modul-modul yang telah dipelajari sebelumnya, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk memerdekakan murid dalam belajar, Sebagaimana dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan bertujuan menuntut segala proses dan kodrat/potensi anak untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan belajar, baik untuk dirinya sendiri, sekolah maupun masyarakat.

Dalam melaksanakan proses Pendidikan, seorang pendidik harus mampu melihat dan memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelola kompetensi sosial dan emosional yang dimiliki dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Untuk dapat mengambil sebuah keputusan dengan baik maka keterampilan coaching akan membantu kita sebagai pemimpin pembelajaran dengan pertanyaan- pertanyaan untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan.

Keterampilan coaching ini dapat membantu murid dalam mencari solusi atas masalahnya sendiri tidak sebatas pada murid, keterampilan cocaching dapat diterapkan pada rekan sejawat atau komunitas terkait permasalahan yang dialami dalam proses pembelajaran. Selain itu diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills) untuk mengambil keputusan dan proses pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan secara sadar penuh(mindfullness), sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Koneksi Antarmateri - Coaching



Dalam modul 2.3  guru penggerak akan mempelajari mengenai pembelajaran yang berpihak pada murid. Materi tersebut saling berkaitan dengan beberapa materi yang berpusat pada:

FILOSOFI KHD : PEMBELAJARAN YANG MENCIPTAKAN WELL BEING YAITU PEMBELAJARAN YANG PERPIHAK PADA MURID

Muatan Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid 
  1. PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI : Rancangan pembelajaran sesuai kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid
  2. PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL : Pembelajaran yang memperhatikan aspek psikologis murid
  3. COACHING : mengajukan pertanyaan untuk menggali segala potensi dan kemampuan yang dimiliki murid dengan tujuan menuntun dan mengarahkan untuk mencari solusi

Definisi Coaching

Coaching adalah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999)

Perbedaannya dengan Mentoring dan Counseling 

Mentoring adalah Proses dimana seorang teman, guru, pelindung, atau pembimbing yang bijak dan penolong menggunakan pengalamannya untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan dan mencegah bahaya (Stone,2002)

Konseling adalah hubungan bantuanantara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Gibson dan Mitchell 2003).

KHD ( Coaching dalam pembelajaran )

Pendekatan coaching menjadi salah satu proses ‘menuntun’ kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran di sekolah yang dapat membuat murid menjadi lebih merdeka dalam mengeksplorasi diri dan mengoptimalisasikan potensi guna mencapai tujuan pembelajaran. 
Empat (4) cara berpikir yang dapat melatih guru dalam menciptakan semangat Tut Wuri Handayani dalam setiap perjumpaan pada setiap proses komunikasi dan pembelajaran yaitu; murid adalah mitra belajar, emansipasif, kasih dan persaudaraan dan ruang perjumpaan pribadi.

Keterampilan dasar coaching

Ada empat keterampilan dasar dari proses coaching, diantaranya:
  1. Keterampilan membangun proses dasar coaching
  2. Keterampilan membangun hubungan baik
  3. Keterampilan berkomunikasi
  4. Keterampilan menfasilitasi pembelajaran

Coaching Model TIRTA

  • Tujuan : Menyampaikan tujuan coaching
  • Identifikasi : Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada identifikasi potensi coachee 
  • Rencana Aksi : Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan permasalahannya 
  • Tanggung jawab : memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya 

4 aspek berkomunikasi  untuk mendukung praktik Coaching 

  1. Komunikasi asertif 
  2. Pendengar aktif 
  3. Bertanya efektif
  4. Umpan balik positif

Koneksi Antar Materi Modul 2.3

  1. Filosofi KHD : Pendidikan bertujuan menuntuh tumbuh  kembangnya kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya
  2. Nilai & Visi Guru Penggerak dan Sekolah : Menciptakan ekosistem sekolah dan budaya positif untuk memenuhi kebutuhan belajar individu
  3. Pembelajaran yang berpihak pada murid : Penerapan pembelajaran yang berdifensiasi, pembelajaran sosial emosiaonal dan coaching 
  4. Merdeka Belajar : Melalui pembelajaran yang berpihak pada murid, dapat mewujudkan murid yang merdeka dan berkembang sesuai potensinya 
  5. Profil Pelajar Pancasila : Terciptanya well being murid 

Refleksi Modul 2.3

Kegiatan keseluruhan materi Modul 2.3 bagaimana keterampilan coaching dalam menjalankan pendidikan yang berpihak pada murid.coaching di sekolah. 
  1. Guru harus mengetahui dan memenuhi kebutuhan belajar tiap murid yang berbeda-beda dengan memberikan pembelajaran berdiferensiasi
  2. Guru harus bisa mengenali emosi dan membangun hubungan sosial-emosional dengan murid agar bisa memberikan dampak psikologis yang baik bagi murid 
  3. Guru harus bisa menjadi seorang coach bagi murid-muridnya dalam rangka mengembangkan segala potensi yang ada pada murid 


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF - FORUM BERBAGI AKSI NYATA

 



PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

TUGAS MODUL 1.4.a.10.2

AKSI NYATA-BUDAYA POSITIF-FORUM BERBAGI AKSI NYATA

A. Latar Belakang

Pendidikan karakter menjadi sebuah pembelajaran yang sangatlah penting untuk diberikan kepada peserta didik,Adanya penerapan pendidikan karakter disekolah tentunya akan mendukung adanya budaya positif disekolah,Pengembangan budaya positif dapat menumbuhkan motivasi instrinsik dalam diri anak untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berbudi luhur serta akhlak mulia.

Budaya positif disekolah adalah nilai-nilai,keyakinan,keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan disekolah yang berpihak pada siswa agar siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab,kritis dan penuh hormat.Program yang bisa diterapan untuk membiasakan budaya positif diantaranya membiasakan Budaya 5S Senyum,Sapa,Salam,Sopan,Santun.Berlaku untuk seluruh warga sekolah.Program ini terlihat sederhana namun memiliki peranan dalam mewujudkan hubungan yang harmonis antar sesama

 Guru penggerak diharapkan mampu menjadi inisiator dalam penerapan budaya positif dilingkungan sekolah. Guru penggerak juga harus mampu menyiapkan peserta didik, supaya mereka memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila juga dapat mempersiapkan siswa memiliki budaya positif di dalam dirinya. Budaya positif ini nantinya yang akan menjadi bekal bagi anak-anak kita dimasa depan. Karena dengan budaya positif mereka akan belajar untuk menjadi pribadi yang baik.

B. Tujuan

Adapun tujuan dalam tindakan aksi nyata ini adalah

a. Peserta didik dapat menggunakan bahasa yang Sopan ketika berbicara dengan guru dan teman-teman

b. Dengan Senyum peserta didik merasa lebih damai,senang dan gembira berada di lingkungan sekolah

c. Dengan Sapa,Salam mempererat tali persaudaraan dan mencairkan suasana

d. Dengan pembiasaan sopan santun akan terbentuk pribadi yang baik sehingga tercipta harmonisasi antar warga sekolah

e. Menerapkan budaya positif di kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada peserta didik seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai.

C. Pelaksanaan Penerapan Budaya Positif di Sekolah

Guru mengamati keadaan sekolah saat melaksanakan PTM terbatas dan selama di lingkungan sekolah. Dari hasil pengamatan tersebut, guru meyakini perlunya upaya menumbuhkan kembali Budaya 5S Senyum,Sapa,Salam,Sopan Santun disekolah yang terlihat sederhana tetapi akhir-akhir ini seakan luntur tergerus perkembangan jaman dan pandemi telah membatasi peserta didik dalam melakukan interaksi dengan orang lain di sekolah,Budaya Positif wajib kita kembangkan kembali.Adapun langkah  langkah aksi nyata yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Menyusun intrumen pelaksanaan aksi nyata (budaya positif)

2. Melakukan kesepakatan kelas bersama peserta didik

3. Melakukan Budaya 5S Senyum,Sapa,Salam,Sopan Santun disekolah

4. Melakukan evaluasi dampak yang dirasakan setelah penerapan budaya Positif 5S

 

D. Tolak Ukur

 

Adapun tolak ukur keberhasilan dari aksi nyata yang dilaksanakan  adalah:

 

1. Peserta didik melakukan kesepakatan kelas dengan  baik

2. Peserta didik terbiasa memberi salam ketika berkomunikasi dengan teman,guru,pegawai,dan tamu yang datang

3. Peserta didik terbiasa memberikan senyum dan sapaan hangat dengan teman,guru,pegawai,dan tamu yang datang

4. Peserta didik terbiasa berperilaku sopan dan santun

E. Lini Masa Tindakan Yang dilakukan

1. Minggu ke 1,Melakukan sosialisasi dengan warga sekolah terkait rencana aksi nyata yang akan dilakukan

2. Minggu ke 2.Melaksanakan kesepakatan kelas dan aksi 5 S Senyum,Sapa,Salam,Sopan Santun

3. Minggu ke 3.observasi budaya positif di lingkungan sekolah

4. Minggu ke 4.Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan Bersama peserta didik dan bersam guru menentukan tindak lanjut

F. Dukungan

           Warga sekolah (Peserta didik,Guru,Kasatdik,Pegawai,Orangtua,Komite Sekolah

G. Tantangan dan Solusi

Kemajuan teknologi dan globalisasi meski berdampak positif dan negative tetapi kita sebagai guru harus terus menyebarkan budaya positif di lingkungan sekolah.Melakukan Komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak

H. Tindak Lanjut

Harapannya seluruh warga sekolah lebih konsisten dan berkolaborasi melaksanakan keyakinan kelas sehingga terciptalah budaya positif di sekolah. Guru mempunyai peran utama di sekolah dalam menanamkan konsep-konsep tentang: disiplin positif dan motivasi, keyakinan kelas, pemenuhan kebutuhan dasar, lima posisi kontrol dan segitiga restitusi. Guru diharapkan mampu memnjadi contoh yang baik bagi setiap peserta didik dan membimbing peserta didik dalam penerapan budaya positif di sekolah . Hal Ini sesuai dengan Pemikiran KHD bahwa tugas guru sebagai among adalah menuntun kodrat anak untuk dapat mencapai kabahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya.

Dokumentasi

   Melakukan sosialisasi dengan warga sekolah terkait rencana aksi nyata yang akan                   dilakukan

    

              Melaksanakan kesepakatan kelas dan aksi 5 S
 Senyum,Sapa,Salam,Sopan Santun
   
  
Observasi budaya positif


 Refleksi terhadap kegiatan







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi Multimedia

  1. SISTEM OPERASI
  2. CLEAN UP
  3. FOTOGRAFI
  4. EDITING VIDEO

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Instalasi Proxmox di VirtualBox

nstalasi Proxmox di VirtualBox

Proxmox adalah distro special untuk melakukan Virtualisasi. Proxmox sebuah teknologi Virtualisasi yang mudah melakukan manajemen dengan web Browser. Instalasinya pun tidak meminta yang macam-macam. Seperti saat ini saya belajar menginstall proxmox di atas VirtualBox dikarena tidak punya Hardware untuk simulasi.
Instalasi Proxmox di VirtualBox mudah saja dan sama saat kita install di mesin fisik, hanya saja butuh settingan yang betul. Berikut tata cara Installasi Proxmox di atas VirtualBox dengan benar dan sudah saya simulasikan sebelumnya.
Pertama siapkan iso proxmox. Jika anda belum punya bisa mendownloadnya di proxmox
Setelah semua sudah siap bukalah VirtualBox anda dan klik New maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini : Berilah nama VM anda.

1
Klik Next. Lalu berikan RAM untuk si Proxmox. Hitungannya adalah setengah dari RAM Laptop/PC anda. Di tulisan kali ini saya berikan 4 GB. Sebetulnya 1 GB atau 2 GB pun bisa.
2

Langkah selanjutnya by default saja. Tinggal klik Create dan Next sampai muncul untuk memberikan space Harddisk si Proxmox.
Klik Create
3
Next
4
Next
5
Alokasikan space untuk Harddisk Proxmox. Berikan 8 GB sudah lebih dari cukup jika hanya untuk simulasi installasi.
6
Saat anda klik Create maka VM Proxmox sudah terbuat di VirtualBox. Setelah itu klik di bagian setting untuk mengatur si Proxmox. Biarkan by default untuk bagian General. Pindah ke menu System. Hilangkan Floppy karena hari gini sudah gak ada floppy :D.
7
Display pun biarkan default. Pada di bagian Storage ini adalah tahapan yang paling penting karena file installer berada di bagian ini. tambahkan iso proxmox di bagian yang empty. Cara menambahkannya dengan klik di gambar CD. Maka jika sudah muncul iso Proxmox. Di installer ini saya masih menggunakan Proxmox 2.3
8
Audio biarkan apa adanya. Pada bagian Network arahkan network ke Bridged Adapter.
9
Saat sudah ok semuanya. Maka jalankan dengan klik Start di VM Proxmox maka semestinya akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Pada tahap awal tekanlah Enter untuk melakukan installasi.
ProxmoxLearn
Si Proxmox akan loading sehingga muncul Proxmox License Agreement. Klik I Agree. Tidak perlu khawatir karena Proxmox ini free. Jadi bebas bisa di pakai kapanpun dan dimana saja.
ProxmoxLearn1
Langkah selanjutnya adalah pilihan Disk untuk menginstall Proxmox. Jika hanya ada 1 Disk maka si Proxmox akan langsung memilih Disk tersebut untuk melakukan installasi. Klik Next
ProxmoxLearn2
Selanjutnya pilihan Lokasi dan Time Zone. Pilihlah sesuai kota anda berada. Klik Next
ProxmoxLearn3
Pada tahap ini anda harus memasukkan password si Proxmox dan email. Klik Next
ProxmoxLearn4
IIsikan Hostname dan IP Adress yang akan digunakan untuk si Proxmox. Klik Next
ProxmoxLearn5
Setelah semuanya selesai di setting. Proxmox akan melakukan installasi hingga selesai jika tidak ada masalah si proxmox akan meminta di Reboot. Klik Reboot maka tahapan installasi anda telah selesai.
ProxmoxLearn6
Setelah Proxmox selesai Reboot. Untuk mengakses si Proxmox buka Web Browser anda dan ketikkan alamat IP si Proxmox. Maka akan munculan tampilan proxmox. Anda akan diminta untuk mengisikan password Proxmox jika ingin masuk.
Username : root
ProxmoxLearn7
Tahap installasi telah selesai. Dan selamat belaja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara menginstal CMS di server website

Cara menginstal CMS di server website

Cara menginstal CMS di server website


Langkah-langkah :
  1. Instal Apache : buka terminal = masuk root (sudo su) enter setelah itu masukkan password selanjutnya, apt-get install Apache2.
  2. Instal Php5                 : apt-get install php5
  3. Instal Mysql                : apt-get install mysql
  4. Instal Phpmyadmin    : apt-get install phpmyadmin
 
setelah itu lakukan langkah berikut ini :
 1.kompres file yang sudah di copy pada komputer
2.exstrax file dan rubah directory sesuai keinginan
3.berikah hak akses sebagai root pada semua apache
4.buat data base pada semua aplikasi dengan import database yang telah di buat apabila di butuhkan
5.install  dan jalankan aplikasi
 
 
 







 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS